Sosialita, Sosialkah kamu?
Setiap Minggu, aku selalu menyempatkan diri baca Kompas. Kenapa? kaget aku baca koran? *tendang yang kaget barusan* kenapa?!?! aku ga ada tampang baca koran?? adanya tampang baca stensilan Enny Errow yang tebar kata menggelinjang di mana-mana!?!? *tendang lagi yang mikir kayak gitu!!!* JAHAT!! i do read paper, read novel, ya walaupun lebih seneng lagi kalo di suruh belanja alat-alat make-up, but at least aku baca bosss..
Balik lagi ya…jadi…setiap Minggu itu, selalu ada rubrik atau kolom Sosialita. Kenapa aku tertarik membacanya?…Mmmm….kenapa ya?? hehe. Menurut aku selalu ada alasan lucu untuk membacanya, tentang gaya hidup kaum kelas atas, yang punya gantungan kunci mobil Luis Vutton dengan harga 12 juta. Mengenakan tas Hermes, Gucci, Celline, yang intinya cuma aku sanggup beli kw 2 nya aja. APA!??! TIK!?!? LO BELI KW 2!?!?…..*pasang muka sinis, bibir ke atas, mata melirik sadis bin najies*
HEH! KW 2 nya aja bisa 400 ribu! KW 1 nya bisa Sejuta!!! aslinya!?!? EDAN! Puluhan juta!!! Yang kalo aku jual semua harta karun pun juga belum tentu kebeli 1 biji! hiks….serem bener ya harga tas-tas itu…
aku belum search definisi sosialita di wikipedia.Tapi terus terang, bikin bingung aja. Kenapa mesti di namain sosialita ya? Soalnya aku malah engehnya mereka melakukan tindakan sosial yang berguna untuk masyarakat, bermanfaat untuk orang banyak, dan setidaknya tidak bergaya berlebihan dan cenderung jor-joran. Correct me if i am wrong. Sosialita itu adalah gaya hidup yang amat sangat jauh dari sederhana, bahkan lebih dari mapan, super mewah. Sebagian orang memang terlahir beruntung, anak seseorang yang penting dinegeri ini lah. Yang kalo bisa makan siangnya di Singapore, makan malamnya di Papua Newgunea *pas gak tuh perumpamaannya:P, hehe*
Untuk mereka, gantungan kunci Prada dengan harga 3 juta mungkin sepele. Tapi bagi sebagian orang, uang 10 juta aja udah bikin seseorang jaga lilin berminggu-minggu….well, ironis ya .
Aku tidak menyalahkan siapa-siapa di sini. Seandainya aku yang terlahir sebagai anak seseorang yang amat sangat berada dan super kaya, mungkin aku juga akan sama centilnya dengan sosialita-sosilita itu. Yang sibuk berburu koleksi sepatu Manollo Blahnik, yang tidak perlu mengejar midnight sale di Debeinhams *yang udah di diskon 80% aja masih ratusan ribu! EDAN!* yang mungkin santay aja menggunakan pakaian rancangan Versace , Dolce & Gabbana….HUWAAAAAAA…..AKU BEGO AJA KALO AKU BILANG AKU GAK NGIRI SAMA MEREKA!!!
Tapi honestly, aku lebih iri sama mereka-mereka yang namanya mungkin tidak terkenal tapi bisa berguna bagi sekelilingnya. Mungkin tasnya bukan Luis Vuttone atau Hermes, tapi tas tangan dari plastik hasil bahan daur ulang bikinan anak-anak jalanan. Mungkin tidak begitu engeh dengan club-club yang sedang happening saat ini, tapi setidaknya selalu update dengan kegiatan-kegiatan sosial yang di selanggarakan oleh komunitas kaum pinggiran, yang mungkin tidak ikut Cub jet set apapun, tapi mampu merangkul dan memeluk ana-anak yang kurang beruntung.
Karena aku pikir. Bukan masalah apa yang sudah kamu dapatkan dalam hidup ini. Tapi apa yang sudah kamu berikan dan baktikan kepada dunia ini, segala rejeki dan pelajaran yang akan kamu amalkan kembali. Bagi aku itu tujuan hidup yang seharusnya….
Walaupun, aku ini tetep cewek biasa, yang gak akan nolak kalo ada kamu-kamu yang mau beliin aku tas-tas bermerek di atas :p …hehehe…Doh, jadi inget sama capres yang gembar-gembor sama cinta produk dalam negeri yang mengclaim dirinya pake sepatu bikikan Cibaduyut, yang bikin iklan katanya batik itu ngetop gara-gara dia…coba kita cek tas bininya…gak yakin kalo bukan salah satu merek dari aku sebut di atas!!! yuk mari!